Menggugah Hati di Malam Penuh Keberkahan
Ramadhan 1446 H / 2025 M menjadi momentum yang penuh makna bagi seluruh jamaah Masjid Al-Istiqomah PTDI, khususnya pada malam ke-27 Ramadhan. Seperti tradisi yang telah berjalan sejak bertahun-tahun, malam tersebut menjadi malam Khotmul Qur’an, yaitu malam khatamnya bacaan 30 juz Al-Qur’an yang dilaksanakan melalui sistem Tarawih 1 malam 1 juz.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi penutup dari perjalanan tadarus Al-Qur’an yang dilakukan sepanjang Ramadhan, tetapi juga menjadi malam puncak spiritualitas dan rasa syukur yang dalam. Bagi jamaah Masjid Al-Istiqomah, malam ini lebih dari sekadar seremonial — ia menjadi lambang cinta kepada Al-Qur’an, kekuatan kebersamaan, dan bukti komitmen terhadap nilai-nilai Islam.
Sistem Tarawih 1 Malam 1 Juz: Mendidik Jiwa, Menguatkan Hati
Sejak malam pertama Ramadhan, imam-imam pilihan Masjid Al-Istiqomah telah melantunkan bacaan Al-Qur’an secara berurutan dari juz 1 hingga juz 30 dalam salat tarawih berjamaah. Sistem ini telah menjadi ciri khas Ramadhan di Masjid Al-Istiqomah, yang tidak hanya menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk, tetapi juga menghidupkan semangat belajar dan mengamalkan isi Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Melalui program ini, jamaah secara tidak langsung ikut menyimak, mendengarkan, dan mendalami bacaan Al-Qur’an setiap malam. Anak-anak, remaja, orang tua, bahkan lansia tampak antusias mengikuti salat tarawih, meski dengan bacaan yang panjang, karena merasakan nikmatnya berada dalam majelis yang penuh pahala dan ketenangan.
Kegiatan ini membentuk kesabaran, kekuatan spiritual, dan kecintaan terhadap ibadah. Para imam juga menunjukkan keteladanan dengan konsistensi dan kemahiran dalam membaca Al-Qur’an secara tartil, menjadikan salat tarawih sebagai ruang pendidikan ruhani yang mendalam.
Khotmul Qur’an Malam 27: Haru, Doa, dan Harapan
Malam ke-27 Ramadhan dipilih sebagai malam Khotmul Qur’an karena diyakini memiliki kemungkinan besar sebagai Lailatul Qadar — malam yang lebih baik dari seribu bulan. Suasana masjid terasa berbeda sejak ba’da Maghrib. Jamaah berdatangan dengan hati penuh harap, membawa keluarganya, sebagian datang lebih awal untuk mendapatkan saf terdepan, dan tak sedikit yang membawa Al-Qur’an pribadi untuk ikut menyimak hingga akhir.
Setelah tarawih selesai dan juz ke-30 selesai dibacakan oleh imam, acara Khotmul Qur’an pun dimulai. Imam membacakan surah terakhir, Surah An-Naas, dengan penuh penghayatan. Setelah itu dilanjutkan dengan Doa Khatmil Qur’an, doa panjang yang berisi permohonan kepada Allah agar menjadikan Al-Qur’an sebagai penerang hati, penuntun hidup, penyembuh jiwa, dan syafaat di hari akhir.
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, tak sedikit jamaah yang meneteskan air mata. Doa-doa mengalir deras, masing-masing memanjatkan harapan yang tak terucap. Jamaah larut dalam suasana haru — bukan karena hanya telah menyelesaikan 30 juz, tetapi karena merasa dekat dengan Allah, menyatu dengan Kalam-Nya, dan sadar bahwa Ramadhan hampir meninggalkan mereka.
“Ini bukan sekadar khatam Qur’an, tapi puncak perjalanan spiritual kita selama Ramadhan. Alhamdulillah, Allah beri kekuatan, dan kami bisa ikut dari malam pertama sampai malam ke-27,” ujar salah satu jamaah yang rutin hadir.
Panggung Pendidikan dan Dakwah yang Terus Hidup
Masjid Al-Istiqomah PTDI bukan hanya tempat salat, tetapi juga pusat dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat. Melalui program seperti Tarawih 1 malam 1 juz dan Khotmul Qur’an ini, masjid berhasil menghidupkan semangat Islam yang rahmatan lil ‘alamin — yang mendidik akhlak, membentuk kesalehan pribadi, dan mempererat ukhuwah antarjamaah.
Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat: imam, pengurus DKM, remaja masjid, ibu-ibu majelis taklim, santri, dan warga sekitar. Semua bergerak bersama, saling mendukung demi menjaga syiar Islam dan menciptakan suasana Ramadhan yang berkualitas.
“Kami tidak ingin masjid hanya ramai saat Ramadhan. Harapan kami, semangat ini terus terbawa ke bulan-bulan setelahnya. Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat hidup, bukan hanya saat Ramadhan,” ungkap salah satu pengurus DKM.
Penutup: Menjadi Generasi Pecinta Al-Qur’an
Kegiatan Khotmul Qur’an malam ke-27 ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan adalah madrasah kehidupan, dan Al-Qur’an adalah kitab petunjuk yang tak pernah lekang oleh zaman. Semoga, melalui acara ini, tumbuh generasi yang mencintai, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Masjid Al-Istiqomah PTDI mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh jamaah, imam, panitia Ramadhan, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan mulia ini. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, menjadikan Al-Qur’an cahaya hidup kita, dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan di tahun-tahun mendatang.
اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا، وَنُورَ صُدُورِنَا، وَجَلَاءَ أَحْزَانِنَا، وَذَهَابَ هُمُومِنَا وَغُمُومِنَا
Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai musim semi hati kami, cahaya dada kami, penghapus duka kami, dan penenang segala kegundahan kami.



