Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, Yayasan Al-Oesmaniyyah Perguruan Tinggi Da’wah Islam (PTDI) kembali menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan, sebuah acara yang telah menjadi tradisi rutin dalam menyambut bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Tarhib ini bukan sekadar seremoni penyambutan, tetapi merupakan bagian dari pembinaan spiritual yang bertujuan untuk mempersiapkan jiwa, pikiran, dan hati seluruh civitas yayasan agar memasuki Ramadhan dengan kesiapan iman dan amal.
Kegiatan yang digelar dalam suasana khidmat dan penuh antusias ini mengangkat tema besar tentang pentingnya menyambut Ramadhan dengan semangat perbaikan diri, penguatan iman, dan peningkatan kualitas ibadah. Para peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, guru, serta siswa dari seluruh unit lembaga di bawah naungan yayasan berkumpul bersama dalam satu majelis untuk mengagungkan nama Allah dan menghidupkan nilai-nilai Ramadhan sejak awal.
Acara Tarhib diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggugah kesadaran akan keutamaan bulan Ramadhan. Dilanjutkan dengan tausiyah ruhani yang menekankan pentingnya memanfaatkan bulan suci ini sebagai momentum hijrah pribadi—dari lalai menjadi sadar, dari lemah menjadi kuat, dari rutinitas menjadi ibadah bernilai. Suasana semakin terasa hangat saat gema dzikir dan sholawat bersama memenuhi ruangan, menghadirkan nuansa keimanan yang mendalam.
Tarhib Ramadhan di lingkungan PTDI juga menjadi penanda dimulainya serangkaian program pembinaan intensif yang akan berjalan sepanjang bulan puasa, seperti tadarus harian 1 hari 1 juz, kajian singkat ba’da zuhur, buka puasa bersama, serta qiyamul lail berjamaah. Semua ini dirancang untuk membentuk pribadi yang lebih dekat dengan Allah, mempererat ukhuwah islamiyah, dan menanamkan nilai-nilai spiritual yang akan terus tumbuh pasca Ramadhan.
Dalam sambutannya, pimpinan yayasan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab lembaga dalam membentuk karakter muslim yang tangguh—yang tidak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga kokoh dalam iman dan akhlak. Ramadhan harus menjadi ruang pembinaan, bukan sekadar ritual ibadah.
“Tarhib Ramadhan bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan panggilan jiwa untuk menyambut Ramadhan dengan persiapan yang matang, semangat yang tinggi, dan hati yang bersih. Kita ingin Ramadhan menjadi titik balik menuju pribadi yang lebih baik,” demikian kutipan yang disampaikan dalam acara tersebut.
Dengan penuh harap dan doa, Yayasan Al-Oesmaniyyah dan seluruh lembaga yang berada di bawah naungannya melangkah menuju Ramadhan 1446 H dengan tekad kuat untuk meraih keberkahan dan kemenangan spiritual. Semoga segala upaya dan amal ibadah yang dilakukan selama Ramadhan menjadi catatan mulia di sisi Allah SWT.



